Cuaca yang dingin umumnya membuat minuman panas menjadi terasa nikmat
ketika diminum. Namun demikian, tidak semua minuman baik untuk
disajikan panas, terutama saat kita ingin mengambil manfaat gizinya. Ada
beberapa minuman yang jika disajikan dengan suhu panas atau mendidih
malah kehilangan kandungan vitamin atau antioksidan tertentu. Sedangkan
penyajian minuman yang dinilai tepat adalah dengan suhu hangat, dingin,
atau normal.
Menurut dokter spesialis gizi klinik, penyajian
minuman panas, terutama penyeduhan menggunakan air panas, dapat merusak
gizi tertentu. Berikut ini ada beberapa minuman yang sebaiknya tidak
disajikan panas, diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Teh hijau
Teh hijau memiliki kandungan antioksidan yang potensial, bernama epigallocatechin gallate. Antioksidan ini dapat rusak saat diseduh dalam suhu yang tinggi. Samuel mengatakan bahwa sebaiknya teh hijau tidak diseduh dengan air mendidih, tidak lebih dari 70 derajat celsius. Ia menjelaskan lebih detail bahwa untuk mendapatkan manfaat antioksidan yang maksimal dari teh, maka dibutuhkan 3 gram teh untuk satu cangkir. Sedangkan untuk teh celup, jangan mencelupkannya lebih dari 3 kali.
Teh hijau memiliki kandungan antioksidan yang potensial, bernama epigallocatechin gallate. Antioksidan ini dapat rusak saat diseduh dalam suhu yang tinggi. Samuel mengatakan bahwa sebaiknya teh hijau tidak diseduh dengan air mendidih, tidak lebih dari 70 derajat celsius. Ia menjelaskan lebih detail bahwa untuk mendapatkan manfaat antioksidan yang maksimal dari teh, maka dibutuhkan 3 gram teh untuk satu cangkir. Sedangkan untuk teh celup, jangan mencelupkannya lebih dari 3 kali.
Hal ini bertujuan untuk
menghindari kontaminasi kantong celup. Teh hijau
sebaiknya jangan disimpan lebih dari 6 bulan agar antioksidan yang
terkandung di dalanya tidak rusak. Dokter Samuel menyarankan untuk
mengkonsumsi teh hijau sebanyak tiga hingga lima cangkir sehari agar
mendapatkan manfaat yang optimal.
